Tentang Kami

Benteng Kalamata

Benteng Kalamata, awalnya bernama Santa Lucia, dibangun oleh Portugis pada 1540 atas gagasan Antonio Pigafetta sebagai benteng pertahanan monopoli perdagangan cengkih di Ternate; setelah Portugis diusir oleh Sultan Baabullah pada 1575, benteng ini silih berganti dikuasai Spanyol, Belanda (direstorasi Pieter Both tahun 1609), Inggris, dan bahkan direbut oleh pasukan Sultan Nuku (Tidore) pada 1798, sebelum akhirnya ditinggalkan Belanda tahun 1843.
Berabad-abad terlantar hingga 1989, revitalisasi besar dilakukan pada 1994 dan diresmikan penuh pada 1997, dengan renovasi lanjutan oleh pemerintah kota pada 2005 untuk menata taman dan rumah penjaga serta pemugaran tambahan tahun 2013 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara, menjadikan benteng berarsitektur segi empat tidak beraturan berdinding andesit dan batu karang setebal 60 cm ini kembali kokoh, menghadap langsung ke Selat Maitara, Pulau Tidore, dan Maitara, sebagai salah satu situs sejarah kolonial dan landmark budaya Ternate


Fasilitas
- area parkir luas
- toilet umum

Rp 5000